If this is the last song that I'll ever play
Then I guess it's time to take My curtain call
I'm dying to thank you all
I'm dying to thank you all I'm dying to thank you all Thank you all
this is about our life and relationship
If this is the last song that I'll ever play
Then I guess it's time to take My curtain call
I'm dying to thank you all
I'm dying to thank you all I'm dying to thank you all Thank you all
Suatu ketika seorang anak muda berjalan-jalan di trotoar dan menemukan kepingan uang logam senilai Rp 100,-. Sejak saat itu ia selalu mengarahkan matanya ke tanah ketika berjalan kaki. Setelah 30 tahun, ia berhasil mengumpulkan barang-barang : banyak uang logam yang bila ditotal nilainya sekitar 10.000 rupiah, 18.203 kancing dan 34.309 peniti..
Sebagai akibat dari kebiasaan berjalan menunduk itu, punggungnya tumbuh bungkuk dan postur tubuhnya setengah lingkaran. Ia telah kehilangan keindahan dan kemuliaan cahaya matahari, senyum para sahabat, keindahan warna bunga dan pepohonan, langit biru dan awan putih yang lembut dan segala sesuatu yang menjadikan hidup ini terasa lebih bermakna.
Bukalah matamu dan angkatlah kepalamu. Engkau mungkin akan kehilangan beberapa keping uang logam di tanah, tetapi engkau akan menyaksikan semua keindahan yang membuat hidup ini menjadi suatu petualangan yang menakjubkan.
Sebagaimana dikatakan Yesaya dan Yeremia dan juga para pemazmur : “ Angkatlah matamu ke tempat yang tinggi.”
hari selasa, 18 Agustus 2009 kemarin.
aduh parah banget.
pas gw mau potong rambut, orangnya nanya, mau potong kayak mana.
gw udah menjelaskan, poni se-alis ajah.
baru gw bilang, langsung di potong di atas alis.
**pikir gw "BUSET, dia kagak denger apa kagak ngerti
ya??"
akhirnya gw bete, dan bilang
"sisahnya terserah mas aja deh."
ehh, betulan di bikin model terserah loh!!
parahh, poni rata, samping cepak pake skin, atas spike, belakang pendek.
aduhh hancur dehh, gak bisa di jelaskan dengan kata kata.
udah gitu, pas hari itu juga gw mengalami accident di muka gw.
sampe sampe muka gw ancur.
udah lah, gw cuma bisa pasrah.
Huyuhh~
Suatu hari seorang bocah miskin sedang berjualan dari rumah ke rumah demi membiayai sekolahnya. Ia merasa lapar dan haus, tapi sayangnya ia hanya mempunyai sedikit sekali uang.
Anak itu memutuskan untuk meminta makanan dari rumah terdekat. Tetapi, saat seorang gadis muda membukakan pintu, ia kehilangan keberaniannya. Akhirnya ia hanya meminta segelas air putih untuk menawarkan dahaga. Gadis muda itu berpikir pastilah anak ini merasa lapar, maka dibawakannyalah segelas besar susu untuk anak tersebut.
Ia meminumnya perlahan kemudian bertanya, “Berapa saya berhutang kepada anda?” “Kamu tidak berhutang apapun kepada saya,” jawabnya. “Ibuku mengajarkan untuk tidak menerima bayaran untuk perbuatan baik yang kami lakukan.” Anak itu menjawab, “Kalau begitu, saya hanya bisa mengucapkan terima kasih dari lubuk hati saya yang terdalam..”
Saat Howard Kelly - anak kecil yang miskin itu meninggalkan rumah tersebut, dia bukan hanya merasa badannya lebih segar, tetapi keyakinannya pada Tuhan dan sesama manusia menjadi lebih kuat. Sebelumnya dia sudah merasa putus asa dan hampir menyerah.
Tahun demi tahun berlalu. Suatu hari wanita tersebut mengalami sakit parah. Dokter yang menanganinya merasa bingung dan akhirnya mengirim wanita itu ke kota besar untuk mendapatkan pertolongan spesialis. Dr. Howard Kelly dipanggil untuk berkonsultasi.
Ketika ia mendengar nama kota tempat asal si pasien, ia segera pergi ke kamar tempat di mana wanita tersebut dirawat. Ia langsung mengenali dan memutuskan untuk melakukan hal terbaik yang bisa ia usahakan untuk menolongnya..
Sejak hari itu, ia memberikan perhatian khusus pada kasus ini. Setelah melewati perjuangan panjang, peperangan pun dapat dimenangkan. Dr. Kelly dipanggil oleh pihak administrasi untuk menandatangani biaya yang harus dibayarkan oleh si wanita kepadanya. Ia melihat kepada kuitansi tersebut, dan kemudian menuliskan sesuatu. Kuintansi tersebut lalu dikirim ke kamar perawatan si wanita.
Wanita tersebut merasa takut untuk membukanya, karena ia merasa yakin bahwa ia tidak akan mampu membayarnya. Akhirnya dengan menguatkan hati, ia melihat ke kuitansi tersebut. Sebuah tulisan pada kuitansi telah menarik perhatiannya.
Ia membaca tulisan itu: “TELAH DI BAYAR PENUH DENGAN SATU GELAS SUSU.
Tertanda,
Dr. Howard Kelly.”